AGUPENA Jawa Tengah dan Budaya Menulis di Kalangan Guru
Terlepas dari alotnya kerja Tim Formatur, yang pasti sejumlah persoalan sudah menghadang di depan mata. Salah satunya, dan ini yang cukup krusial dan urgen, adalah menjadikan aktivitas menulis sebagai sebuah budaya di kalangan guru. Tentu saja, ini perlu dijadikan sebagai sasaran bidik AGUPENA Jateng dalam melakukan aksi dan kiprah kerjanya.
Secara jujur memang harus diakui, budaya menulis di kalangan guru masih amat rendah. Menurut Sukartono (LPMP Jawa Tengah), persentase guru yang berhasil naik pangkat ke golongan IV-B masih sangat sedikit, yakni SD (0,20%), SMP (2,04%), SMA (1,65%), dan SMK (1,46%). Hambatannya adalah masih lemahnya guru dalam menyusun karya ilmiah sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat ke golongan IV-B.
Dalam konteks demikian, AGUPENA Jawa Tengah di bawah kepengurusan Dey Kurniawan Asy’ari, dkk. perlu berkiprah lebih intens dalam membudayakan aktivitas menulis di kalangan guru. Tentu saja, kerja pengurus perlu mendapatkan dukungan segenap pihak yang terkait agar sasaran itu benar-benar bisa terwujud.
Ada banyak agenda untuk mendukung terwujudnya sasaran itu. Selain membentuk kepengurusan AGUPENA di 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah, perlu ada agenda rutin untuk memberikan pendidikan dan pelatihan (Diklat), workshop, atau bentuk kegiatan yang lain secara simultan dan berkelanjutan. Dengan cara demikian, guru akan semakin terangsang dan termotivasi untuk membudayakan aktivitas menulis dalam kehidupan sehari-hari.
Semoga AGUPENA Jawa Tengah yang sudah terbentuk itu benar-benar dapat menjalankan amanah dan mampu membangun sinergi yang kokoh di kalangan rekan-rekan sejawat guru sehingga dapat bersama-sama secara kolegial dan kolektif memberdayakan dan meningkatkan profesionalisme guru. ***
10 Mei 2009 pukul 07.06
wah, mudah2an saja demikian, pak deni.